SUMEDANG, STNews – Maraknya aksi kriminal yang mengintai anak-anak usia sekolah menjadi perhatian serius masyarakat. Baru-baru ini, seorang siswa salah satu SMP di wilayah Jatinunggal dilaporkan menjadi korban perampasan sepeda motor oleh orang tak dikenal.
Peristiwa tersebut menjadi alarm keras bagi para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak, khususnya saat berada di luar lingkungan sekolah.
Kejadian ini sekaligus mengingatkan kembali pada imbauan Gubernur Dedi Mulyadi yang sebelumnya menegaskan larangan bagi siswa SMP membawa kendaraan sepeda motor ke sekolah. Kebijakan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan demi keselamatan dan perlindungan anak-anak dari berbagai potensi bahaya di jalan maupun tindak kriminal.
Banyak orang tua yang masih memberikan kelonggaran kepada anak untuk membawa kendaraan sendiri dengan alasan praktis dan efisiensi waktu. Namun, jika sudah terjadi musibah seperti perampasan, pertanyaan besar pun muncul: siapa yang harus bertanggung jawab?
Jika hanya kehilangan kendaraan, mungkin masih bisa diganti. Namun, bagaimana jika aksi perampasan itu disertai kekerasan yang mengancam keselamatan bahkan nyawa anak?
Hal inilah yang seharusnya menjadi bahan renungan bersama. Keselamatan anak jauh lebih penting daripada sekadar kenyamanan sesaat.
Peran orang tua dalam mendidik anak tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga mengontrol, mengawasi, serta menanamkan disiplin dan kepatuhan terhadap aturan.
Dalam hal ini, orang tua perlu berani bersikap tegas. Pendidikan bukan soal memanjakan, melainkan membentuk karakter dan masa depan anak.
Ada satu pesan penting yang perlu diingat bersama: “Kasih itu bukan kasihan.”
Menyayangi anak bukan berarti membiarkan semua keinginannya terpenuhi, tetapi memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman, disiplin, dan bertanggung jawab.
Ketegasan orang tua hari ini adalah investasi besar bagi keselamatan dan masa depan anak-anak di kemudian hari.
Peristiwa di Jatinunggal hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, bahwa pencegahan selalu lebih baik daripada penyesalan. Jangan sampai kelalaian kecil hari ini berujung pada kehilangan besar di masa depan.
Sudah saatnya orang tua, sekolah, dan lingkungan bersama-sama mengambil peran aktif dalam menjaga generasi muda dari ancaman kriminalitas yang semakin nyata.
(Rahmat Setiawan)


