Ketua Satgas DPP FRIC Darmo Rahakratat Kei Tegaskan: Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu Kejahatan Biadab, Pelaku Harus Dihukum Berat

INDRAMAYU, STNews – Ketua Satgas DPP Fast Respon Indonesia Center (FRIC), Darmo Rahakratat Kei, melontarkan kecaman keras terhadap kasus pembunuhan satu keluarga di Kabupaten Indramayu yang hingga kini terus menjadi perhatian publik dan memunculkan gelombang desakan agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

Menurut Darmo, tindakan menghilangkan nyawa satu keluarga tersebut merupakan bentuk kejahatan yang sangat keji, tidak manusiawi, dan tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun. Ia menilai kasus ini telah melukai rasa keadilan masyarakat serta meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban maupun publik luas.

“Ini bukan sekadar tindak pidana biasa, tetapi kejahatan biadab yang merampas nyawa secara kejam. Pelaku harus menerima hukuman setimpal tanpa ada keringanan sedikit pun,” tegas Darmo dalam keterangannya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak seharusnya ada pihak mana pun yang mencoba memberikan pembelaan terhadap pelaku, baik melalui opini publik maupun upaya lain yang berpotensi mengaburkan proses hukum.

“Tidak ada tempat bagi pembelaan terhadap pelaku pembunuhan seperti ini. Siapa pun yang mencoba membela atau menggiring opini untuk meringankan pelaku berarti telah melukai hati masyarakat dan mengkhianati rasa keadilan rakyat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Darmo meminta aparat penegak hukum, khususnya majelis hakim, agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan tidak tunduk pada tekanan dari pihak mana pun. Ia menegaskan bahwa masyarakat sedang mengawasi jalannya proses persidangan dan berharap putusan benar-benar mencerminkan keadilan.

“Kami meminta hakim bersikap lurus, tegas, dan tidak memberi ruang bagi intervensi. Jangan sampai hukum hanya tajam kepada rakyat kecil, tetapi tumpul kepada pihak tertentu. Dalam kasus seperti ini, kepercayaan masyarakat terhadap hukum dipertaruhkan,” katanya.

Selain itu, Ketua Satgas DPP FRIC juga mengingatkan agar tidak ada oknum yang mencoba memanfaatkan tragedi ini demi kepentingan pribadi, kelompok, maupun agenda tertentu yang justru memperkeruh situasi.

“Jangan ada yang menunggangi kasus ini untuk pencitraan atau kepentingan lain. Duka keluarga korban bukan alat politik maupun permainan opini,” tambahnya.

Pihak Fast Respon Indonesia Center (FRIC) memastikan akan terus mengawal perkembangan perkara tersebut hingga tuntas. Mereka menegaskan komitmennya untuk memastikan proses hukum berjalan adil, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban.

Kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu sendiri masih menjadi sorotan luas masyarakat. Publik berharap majelis hakim menjatuhkan hukuman maksimal kepada pelaku sebagai bentuk nyata tegaknya keadilan dan efek jera terhadap pelaku kejahatan serupa.

(Redaksi)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Definition List