SUMEDANG, STNews – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tahun 2026, Sekretaris Jenderal Forum Media Sumedang Timur (FMST), M. A. Rahmat Setiawan, kembali menggaungkan semangat “Berani Nulis Hebat” sebagai pesan penting bagi insan jurnalis.
Seruan tersebut bukan sekadar motivasi, melainkan kritik membangun terhadap kondisi pers saat ini yang dinilai mulai kehilangan keberanian dalam menyampaikan fakta. Di tengah derasnya arus informasi dan tekanan berbagai kepentingan, jurnalis diingatkan untuk tetap teguh pada prinsip dasar profesinya.
“Jangan takut menulis. Selama itu fakta dan bisa dipertanggungjawabkan, jurnalis harus berani. Kemerdekaan pers itu bukan untuk diam, tapi untuk menyuarakan kebenaran,” tegas Rahmat Setiawan, Jumat (Agustus 2026).
Menurutnya, masih ada sebagian oknum jurnalis yang terjebak pada zona nyaman, bahkan cenderung menghindari isu-isu penting yang seharusnya diangkat ke publik. Tidak sedikit pula yang hanya mengandalkan berita instan tanpa kedalaman, sehingga mengurangi kualitas jurnalisme itu sendiri.
Ia menilai, fenomena tersebut menjadi tantangan serius bagi dunia pers, khususnya di daerah. Jika tidak segera dibenahi, maka kepercayaan publik terhadap media bisa terus menurun.
“Seorang jurnalis itu dihargai karena karya tulisnya, bukan karena atribut atau kedekatan dengan pihak tertentu. Tulisan yang tajam, faktual, dan berimbang akan selalu mendapat tempat di hati masyarakat,” ujarnya.
Rahmat juga menekankan pentingnya menjaga integritas, independensi, serta etika jurnalistik dalam setiap karya. Ia mengajak seluruh insan pers untuk tidak sekadar menjadi penyampai informasi, tetapi juga pengawal kebenaran dan kontrol sosial.
Momentum HUT RI ke-81, lanjutnya, harus menjadi titik balik bagi jurnalis untuk kembali menguatkan komitmen profesi. Semangat kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan seharusnya tercermin dalam keberanian menulis dan menyampaikan fakta kepada publik.
“Kalau dulu pahlawan berjuang dengan darah, hari ini jurnalis berjuang dengan pena. Maka jangan sia-siakan kemerdekaan ini dengan ketakutan. Tulis yang benar, tulis yang penting, dan tulis dengan keberanian,” pungkasnya.
Dengan semangat “Berani Nulis Hebat”, diharapkan insan pers mampu bangkit menjadi lebih profesional, kritis, dan bertanggung jawab, sehingga peran media sebagai pilar keempat demokrasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Jayalah Pers Indonesia!
(Redaksi)


