SUMEDANG, STNews – Di balik rindangnya kawasan kaki Gunung Tampomas, terdapat sebuah komunitas peternak yang hingga kini tetap teguh menjaga warisan budaya Sunda melalui budidaya dan seni ketangkasan domba Garut. Komunitas tersebut adalah Padepokan Putra Tampomas, yang berlokasi di Dusun Margamukti RT 03 RW 04, Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang.
Padepokan ini dirintis oleh Engkus Kusmana pada tahun 1999. Berangkat dari kecintaan terhadap domba Garut dan keinginan mempertahankan tradisi peternakan yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekitar Gunung Tampomas, padepokan terus berkembang hingga akhirnya pada tahun 2007 resmi dibentuk sebagai kelompok ternak.
Pembentukan kelompok tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat pembinaan para peternak, meningkatkan kualitas pemeliharaan ternak, sekaligus mempererat kebersamaan di antara anggota.
Nama Putra Tampomas dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap Gunung Tampomas yang menjadi ikon sekaligus sumber kehidupan masyarakat di sekitarnya. Kawasan tersebut dikenal memiliki potensi pertanian dan peternakan yang telah menopang perekonomian warga selama bertahun-tahun.
Selama lebih dari dua dekade, Padepokan Putra Tampomas tidak hanya mengembangkan kualitas genetik dan perawatan domba Garut, tetapi juga aktif mempertahankan eksistensi seni ketangkasan domba Garut, yang merupakan salah satu warisan budaya khas Jawa Barat.
Semangat kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya lokal menjadi fondasi utama yang membuat padepokan tetap bertahan hingga saat ini.
Ke depan, pengurus Padepokan Putra Tampomas berharap kehadiran kepengurusan HPDKI DPD Jawa Barat maupun HPDKI DPC Sumedang mampu memberikan pembinaan yang lebih optimal kepada para peternak. Mereka juga berharap berbagai program positif yang telah dibangun oleh kepengurusan sebelumnya dapat terus dilanjutkan demi meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus memperkuat pelestarian seni ketangkasan domba Garut.
Dengan komitmen tersebut, Padepokan Putra Tampomas optimistis dapat terus menjadi salah satu pilar pelestarian domba Garut di Kabupaten Sumedang serta berkontribusi dalam menjaga identitas budaya Sunda untuk generasi mendatang.
(STNews/FMST)


