STNews | Kajian Spiritual Islami, Oleh: M. A. Rahmat Setiawan, Sekjen FMST
Dalam perjalanan hidup manusia, ada tiga sikap yang kerap diucapkan namun tidak mudah untuk diamalkan: menerima, menjalani, dan mensyukuri. Tiga kata sederhana ini sejatinya merupakan fondasi utama dalam menghadapi setiap ketentuan Allah SWT.
Menerima: Awal dari Keikhlasan
Menerima berarti kesiapan hati untuk tunduk pada segala ketetapan Allah, baik yang terasa menyenangkan maupun yang menyakitkan. Dalam Islam, sikap ini dikenal sebagai ridha, yaitu menerima dengan lapang dada tanpa menyisakan keluh kesah yang berlebihan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(QS. Al-Baqarah: 216)
Ayat ini menegaskan bahwa keterbatasan manusia seringkali membuatnya keliru dalam menilai takdir. Apa yang dianggap buruk bisa jadi adalah jalan kebaikan yang belum terlihat.
Menjalani: Wujud Ikhtiar dan Kesabaran
Setelah menerima, manusia dituntut untuk menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran dan usaha. Tidak cukup hanya pasrah, tetapi juga harus aktif menjalani skenario hidup dengan ikhtiar terbaik.
Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."
(QS. Ar-Ra’d: 11)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa menjalani hidup adalah proses aktif. Kesabaran bukan berarti diam, melainkan tetap bergerak dalam kebaikan meski dalam keadaan sulit.
Mensyukuri: Kunci Kebahagiaan Sejati
Tahapan terakhir adalah mensyukuri. Bersyukur bukan hanya saat mendapat nikmat, tetapi juga dalam setiap keadaan, termasuk ujian. Karena sejatinya, setiap ketentuan Allah mengandung hikmah.
Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."
(QS. Ibrahim: 7)
Syukur menjadikan hati tenang, memperluas rasa cukup, dan membuka pintu keberkahan yang lebih besar.
Refleksi Kehidupan
Menerima tanpa menjalani akan membuat manusia terjebak dalam pasrah yang kosong. Menjalani tanpa rasa syukur akan terasa berat dan penuh keluhan. Namun ketika ketiganya bersatu—menerima dengan ikhlas, menjalani dengan sabar, dan mensyukuri dengan tulus—maka kehidupan akan terasa lebih ringan dan bermakna.
Di tengah dinamika zaman yang penuh tekanan dan ketidakpastian, tiga sikap ini menjadi kompas spiritual yang menuntun manusia agar tidak mudah goyah. Karena sejatinya, ketenangan bukan datang dari keadaan yang sempurna, melainkan dari hati yang mampu berdamai dengan takdir Allah.
STNews mengajak kita semua untuk kembali merenung:
Sudahkah kita benar-benar menerima, menjalani, dan mensyukuri setiap ketentuan-Nya hari ini?
(Redaksi)


