Menuju Sumedang Simpati: Refleksi 12 Bulan Kepemimpinan Dony–Fajar

Redaksi
0

Satu Tahun Kepemimpinan di Kabupaten Sumedang

SUMEDANG, STNews – Genap satu tahun kepemimpinan Dony Ahmad Munir bersama Wakil Bupati Fajar Aldila periode 2025–2026, Pemerintah Kabupaten Sumedang menggelar refleksi dan evaluasi pembangunan yang dirangkai dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pada 18–20 Februari 2026.


Dalam momentum tersebut, berbagai capaian, fokus kebijakan, hingga pekerjaan rumah (PR) yang masih harus dituntaskan dipaparkan secara terbuka kepada publik.


Capaian Positif dan Fondasi Pembangunan

Selama satu tahun terakhir, sejumlah kemajuan diklaim menjadi fondasi kuat pembangunan daerah.


🔹 Penguatan Kolaborasi Pentahelix

Bupati Dony menegaskan, kemajuan Sumedang bukan hasil kerja individu, melainkan “kerja keroyokan” melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi seperti IPDN dan UNSAP, dunia usaha, TNI-Polri, serta partisipasi aktif masyarakat.


Model kolaboratif ini dinilai mempercepat implementasi program dan memperluas dampak pembangunan.


🔹 Percepatan Digitalisasi Layanan

Transformasi digital menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah mempercepat sistem layanan berbasis digital untuk meningkatkan respons terhadap kebutuhan masyarakat.


Langkah ini diarahkan untuk menciptakan birokrasi yang:

  • Lebih efisien
  • Transparan
  • Cepat dan akuntabel

Reformasi birokrasi tersebut bahkan mulai menunjukkan hasil melalui berbagai penghargaan dan pengakuan kinerja yang diterima sepanjang tahun pertama pemerintahan.


🔹 UMKM dan Lapangan Kerja

Wakil Bupati Fajar Aldila memfokuskan perhatian pada penguatan UMKM dan penciptaan lapangan kerja. Upaya pemberantasan pungutan liar (pungli) juga menjadi bagian dari komitmen memperbaiki iklim usaha dan investasi di daerah.


Langkah ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


🔹 Tata Kelola Pemerintahan

Penguatan tata kelola yang jujur, akuntabel, dan bebas korupsi menjadi pondasi utama arah kebijakan. Pemerintah menekankan pentingnya integritas sebagai prasyarat utama pembangunan berkelanjutan.


Tantangan dan Pekerjaan Rumah

Di balik capaian tersebut, Bupati Dony mengakui masih terdapat sejumlah persoalan krusial yang menjadi perhatian serius.


⚠️ Penanggulangan Kemiskinan

Angka kemiskinan masih menjadi tantangan besar. Pemerintah berkomitmen mengakselerasi program pengentasan kemiskinan melalui pendekatan terpadu lintas sektor.


⚠️ Infrastruktur Jalan

Keluhan masyarakat terkait jalan rusak masih menjadi sorotan utama. Perbaikan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan masuk dalam daftar prioritas pembangunan tahun berjalan.


⚠️ Kualitas Pelayanan Publik

Meski digitalisasi terus digencarkan, pelayanan publik diakui belum sepenuhnya sempurna. Evaluasi dan pembenahan berkelanjutan terus dilakukan agar pelayanan benar-benar berdampak nyata bagi warga.


Fokus ke Depan: Kritik sebagai Energi

Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan tidak alergi terhadap kritik. Masukan dan saran masyarakat justru dipandang sebagai energi positif untuk memperbaiki kekurangan.


Visi pembangunan “Sumedang Simpati” – Simpatik, Mandiri, Profesional, Unggul, Adil, dan Produktif – tetap menjadi kompas arah pembangunan lima tahun ke depan.


Refleksi satu tahun kepemimpinan ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi sekaligus percepatan kerja, agar pembangunan di Kabupaten Sumedang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas.


Rahmat Setiawan - Redaksi STNews

Santun dalam Informasi, Tegas dalam Fakta.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default