SUMEDANG | STNews – Semangat religius, kebersamaan, dan kecintaan terhadap bangsa mewarnai kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang diikuti kurang lebih 1.000 peserta ini melibatkan santri dari 19 pondok pesantren se-Kecamatan Jatinunggal. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus meneguhkan peran santri dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, persatuan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketua Forum Pesantren Kecamatan Jatinunggal sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, H. Jamaludin, S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi bagi keluarga besar pesantren, para santri, guru, dan pengasuh pondok pesantren di wilayah Kecamatan Jatinunggal.
Acara tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Jatinunggal, para guru dan pengasuh pondok pesantren, serta para santri yang datang dari berbagai lembaga pendidikan pesantren.
Antusiasme peserta semakin terasa dengan penampilan grup drumband Gitaswara Manunggal MTsN 4 Sumedang, yang menambah semarak suasana peringatan Hari Santri Nasional tahun ini.
Santri, Pilar Moral dan Masa Depan Bangsa
Hari Santri Nasional bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Peringatan ini menjadi pengingat atas kontribusi para ulama dan santri dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, sekaligus mendorong generasi santri untuk terus berperan dalam pembangunan melalui pendidikan, dakwah, penguatan karakter, serta pengabdian kepada masyarakat.
Di tengah perkembangan zaman dan tantangan era digital, santri diharapkan mampu memadukan kedalaman ilmu agama dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, santri tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai moral, tetapi juga dapat tampil sebagai generasi yang berdaya saing, berintegritas, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Kehadiran sekitar 1.000 peserta dari 19 pondok pesantren di Jatinunggal memperlihatkan besarnya ruang kebersamaan antarlembaga pesantren. Sinergi tersebut diharapkan terus terpelihara, tidak hanya dalam momentum peringatan Hari Santri, tetapi juga dalam kegiatan pendidikan, sosial, dan keagamaan sehari-hari.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini, semangat “Jihad Santri, Jayakan Negeri” diharapkan terus hidup dalam tindakan nyata: menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh, menjaga akhlak, memperkuat persaudaraan, serta berkontribusi positif bagi kemajuan Kabupaten Sumedang dan Indonesia.
(Firman/STNews)
STNews – Independen Mengungkap Berita Berdasarkan Fakta.



