SUMEDANG STNews– Masih dalam rangkaian peringatan Milangkala Desa Cipeundeuy ke-216, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, pemerintah desa bersama masyarakat menggelar pagelaran seni budaya wayang golek yang berlangsung di Alun-alun Desa Cipeundeuy.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas dalam acara tersebut. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari generasi muda, para sepuh hingga tokoh masyarakat, turut berdatangan untuk menyaksikan pertunjukan seni tradisional khas Sunda tersebut.
Pagelaran wayang golek ini bukan sekadar hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu upaya nyata dalam menjaga dan melestarikan seni budaya warisan leluhur agar tetap hidup serta dikenal oleh generasi penerus.
Kebersamaan warga yang hadir menunjukkan bahwa kecintaan terhadap budaya Sunda masih terjaga dengan baik. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kekompakan masyarakat Desa Cipeundeuy.
Selain memberikan hiburan kepada warga, kegiatan Milangkala tersebut juga membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sejumlah pedagang memanfaatkan momentum keramaian untuk menjajakan dagangannya, baik warga lokal maupun pedagang dari luar daerah yang turut mencari rezeki.
Kepala Desa Cipeundeuy, Obar, dalam pesannya mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga dan memelihara seni budaya Sunda sebagai identitas daerah sekaligus warisan leluhur yang harus dipertahankan.
"Jaga terus seni budaya Sunda kita dan pelihara bersama-sama. Jangan sampai budaya Sunda terkalahkan oleh budaya Barat. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga budaya warisan leluhur kita?" ungkap Obar.
Ia berharap, melalui kegiatan Milangkala Desa Cipeundeuy ke-216 ini, semangat kebersamaan masyarakat semakin kuat dan kecintaan terhadap seni budaya tradisional terus tumbuh, terutama di kalangan generasi muda.
Dengan demikian, peringatan Milangkala tidak hanya menjadi agenda hiburan tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkokoh identitas budaya, mempererat persaudaraan, serta membuka peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat.
Pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Selama masyarakat masih mencintai dan menjaga warisan leluhurnya, seni budaya Sunda akan tetap hidup dan menjadi kebanggaan generasi mendatang.
(Wa Beker)



