Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kasus Penemuan Anak di Sport Center Cigugur, DPRD dan Pemkab Sumedang Perkuat Pendampingan serta Perlindungan

Minggu, 18 Oktober 2026 | Oktober 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-18T03:40:52Z


SUMEDANG – STNews, 
Penanganan kasus penemuan seorang anak di sekitar kawasan Sport Center Cigugur, Kabupaten Sumedang, mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Sejumlah instansi pemerintah daerah, aparat kepolisian, hingga unsur legislatif turut mengambil langkah untuk memastikan anak tersebut memperoleh perlindungan dan pendampingan yang dibutuhkan.


Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumedang bergerak melakukan pendampingan. Di sisi lain, Polsek Sumedang Selatan masih menjalankan proses penyelidikan guna mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.


Langkah lintas instansi ini menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan berjalan sesuai ketentuan, dengan menempatkan keselamatan, kondisi psikologis, serta kepentingan terbaik bagi anak sebagai prioritas utama.


Pendampingan Psikologis Jadi Prioritas

Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak DPPKBP3A Kabupaten Sumedang, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memberikan keterangan secara terperinci karena kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.


Meski demikian, ia memastikan bahwa DPPKBP3A melalui bidang perlindungan perempuan dan anak akan berkoordinasi dengan bidang rehabilitasi sosial Dinsos untuk memberikan pendampingan dan melakukan asesmen terhadap kondisi anak.


“Yang pasti dari kami perlindungan perempuan dan anak juga bidang rehabilitasi sosial Dinsos akan memberikan pendampingan dan asesmen terhadap kondisi psikologis anak untuk sementara ini,” ujarnya.


Pendampingan tersebut melibatkan pekerja sosial dari Dinsos serta psikolog dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) DPPKBP3A.


Asesmen awal diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan dasar, kondisi kesehatan, keadaan psikologis, serta bentuk dukungan sosial yang sesuai dengan kebutuhan anak. Melalui langkah ini, diharapkan anak mendapatkan penanganan yang tepat tanpa menambah beban psikologis akibat peristiwa yang dialaminya.


Polisi Dalami Peristiwa

Sementara itu, Kapolsek Sumedang Selatan membenarkan bahwa pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan terkait penemuan anak di kawasan Sport Center Cigugur.


Koordinasi dengan DPPKBP3A dan Dinsos terus dilakukan agar proses penanganan berjalan seiring dengan upaya perlindungan terhadap anak.


Penyelidikan kepolisian menjadi bagian penting untuk mengungkap kronologi dan fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Namun, hingga proses penyelidikan berjalan, informasi yang belum terverifikasi perlu disikapi secara hati-hati agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.


DPRD Minta Perlindungan Dilakukan Secara Maksimal

Perhatian terhadap kasus ini juga datang dari anggota DPRD Kabupaten Sumedang Fraksi PDI Perjuangan, Heti Andorina, S.Sos., M.M.


Ia menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut dan mendorong agar pendampingan terhadap anak dilaksanakan secara maksimal dengan mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak.


Keterlibatan berbagai pihak diharapkan tidak hanya berfokus pada penanganan awal, tetapi juga memastikan kebutuhan perlindungan dan pemulihan anak mendapatkan perhatian yang memadai sesuai hasil asesmen dan ketentuan yang berlaku.


Sinergi antara pemerintah daerah, pekerja sosial, tenaga psikologis, kepolisian, dan unsur legislatif menjadi penting agar penanganan dilakukan secara terarah, profesional, serta tetap menjaga hak-hak anak.


Masyarakat Diimbau Tidak Menyebarkan Identitas Anak

Di tengah perhatian publik terhadap kasus ini, masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan foto, nama, alamat, maupun informasi lain yang berpotensi mengungkap identitas anak melalui media sosial atau saluran komunikasi lainnya.


Perlindungan privasi merupakan bagian penting dari upaya menjaga keamanan dan kondisi psikologis anak. Penyebaran informasi yang tidak terkendali justru berisiko menimbulkan stigma dan memperburuk situasi yang sedang dihadapi.


STNews memandang bahwa penanganan kasus yang melibatkan anak harus mengedepankan kehati-hatian, akurasi informasi, serta penghormatan terhadap hak-hak anak.


Saat proses penyelidikan masih berlangsung, dukungan masyarakat sebaiknya diwujudkan melalui sikap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, sekaligus memberikan ruang bagi instansi terkait untuk menjalankan tugasnya.

STNews — Independen Mengungkap Berita Berdasarkan Fakta.

(Yudistira)

×
Berita Terbaru Update