Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rekonstruksi Jalan Cimanintin–Batas Majalengka Dimulai, Warga Harap Transparansi dan Kualitas Terjaga

Selasa, 22 September 2026 | September 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-22T00:33:34Z


SUMEDANG, STNews –
Pekerjaan rekonstruksi ruas Jalan Cimanintin–Batas Kabupaten Majalengka mulai dilaksanakan sejak akhir Agustus 2026. Proyek yang dijadwalkan berlangsung selama 90 hari kalender ini ditargetkan rampung pada November mendatang.


Dengan nilai kontrak sekitar Rp1,98 miliar, pembangunan jalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas serta mendukung aktivitas masyarakat di wilayah Kecamatan Jatinunggal dan sekitarnya. Warga menyambut baik dimulainya pekerjaan yang telah lama dinantikan ini.


Meski demikian, masyarakat berharap pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis, standar mutu, serta ketentuan yang telah ditetapkan. Harapan ini muncul agar hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang dan tidak cepat mengalami kerusakan.


Seiring berjalannya pekerjaan di lapangan, sejumlah warga mulai memperhatikan detail pelaksanaan, termasuk jenis pekerjaan yang dilakukan. Selain lapisan aspal beton (laston), warga juga menanyakan apakah terdapat pekerjaan pendukung seperti Tembok Penahan Tanah (TPT) untuk menjaga kestabilan badan jalan, mengingat kondisi geografis yang berbukit.


Forum Media Sumedang Timur (FMST) turut menyatakan akan melakukan pemantauan sebagai bagian dari kontrol sosial. FMST berencana berkoordinasi dengan pihak pelaksana maupun konsultan pengawas guna memperoleh penjelasan terkait spesifikasi pekerjaan dan penggunaan anggaran.


Di sisi lain, terdapat beberapa hal di lapangan yang masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut, salah satunya terkait pemanfaatan material batu. Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan adanya material yang diambil dari sekitar aliran sungai untuk kebutuhan proyek. Namun hal ini masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.


Ketua FMST, H. Iik Nurhikmat, menegaskan bahwa pemantauan yang dilakukan bertujuan untuk menjaga keterbukaan informasi serta memastikan pekerjaan berjalan sesuai aturan.


“Pengawasan dari masyarakat adalah bagian dari kepedulian bersama. Harapannya, semua pihak dapat terbuka sehingga pembangunan berjalan baik dan hasilnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.


Dengan dimulainya proyek ini, masyarakat berharap sinergi antara pelaksana, pengawas, dan warga dapat terjalin dengan baik, sehingga pembangunan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan.

(Tim)

×
Berita Terbaru Update