Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dugaan Penyimpangan Konstruksi Rumah Subsidi di Jatinunggal, Kualitas Dipertanyakan

Senin, 28 September 2026 | September 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-28T08:20:31Z


SUMEDANG, STNews 
– Program rumah subsidi sejatinya hadir sebagai solusi negara dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun di lapangan, komitmen tersebut kembali diuji.


Sorotan kini tertuju pada pembangunan Perumahan Jatinunggal Asri di Blok Panenjoan, Kebon Baru, Desa Sarimekar, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang. Berdasarkan hasil penelusuran lapangan pada 28 September 2026, proyek ini diduga belum sepenuhnya memenuhi standar teknis konstruksi yang seharusnya diterapkan pada hunian subsidi.


Indikasi Temuan Lapangan

Dari hasil pengamatan langsung dan dokumentasi visual, ditemukan sejumlah hal yang patut menjadi perhatian serius:

  • Dugaan penggunaan material besi tidak sesuai standar, yang berpotensi mengurangi kekuatan struktur bangunan
  • Sloof beton yang terlihat tidak merata dan kurang optimal, padahal berfungsi sebagai pengikat utama pondasi
  • Proses pengerjaan yang terkesan minim pengawasan mutu, mulai dari adukan hingga pemasangan material
  • Indikasi pengurangan spesifikasi teknis, yang berpotensi tidak sesuai dengan rencana awal pembangunan


Temuan ini bukan hanya persoalan teknis semata, tetapi menyangkut aspek keamanan dan keberlanjutan hunian bagi masyarakat.


Pentingnya Standar dalam Rumah Subsidi

Dalam pembangunan rumah subsidi, pemerintah telah menetapkan pedoman teknis guna menjamin kualitas. Beberapa aspek krusial meliputi:

  • Struktur sloof dan kolom sebagai penguat utama bangunan
  • Mutu beton yang sesuai standar untuk menjamin daya tahan
  • Pondasi yang kokoh menyesuaikan kondisi tanah
  • Material bersertifikasi untuk memastikan keamanan konstruksi


Jika komponen tersebut tidak terpenuhi, maka kualitas bangunan berisiko menurun dan berdampak pada usia pakai rumah.


Dampak yang Berpotensi Terjadi

Apabila dugaan ini benar, maka risiko yang dapat muncul antara lain:

  • Penurunan kualitas bangunan dalam waktu relatif singkat
  • Potensi kerusakan struktural seperti retak atau penurunan tanah
  • Beban biaya tambahan bagi penghuni untuk perbaikan
  • Rasa tidak aman bagi penghuni dalam jangka panjang


Hal ini tentu bertentangan dengan tujuan utama program subsidi yang seharusnya memberikan hunian layak dan aman.


Dorongan Transparansi dan Pengawasan

STNews mendorong adanya keterbukaan dari pihak pengembang terkait spesifikasi teknis yang digunakan. Selain itu, instansi terkait diharapkan dapat:

  • Melakukan pemeriksaan teknis langsung di lapangan
  • Memastikan kesesuaian pembangunan dengan izin dan perencanaan
  • Menjamin bahwa rumah yang dipasarkan benar-benar layak huni


Peran Masyarakat Sangat Penting

Calon konsumen diimbau untuk lebih teliti sebelum membeli rumah subsidi, antara lain dengan: dan 

  • Memastikan kualitas bangunan secara langsung
  • Menanyakan spesifikasi teknis kepada pengembang
  • Menyimpan dokumen transaksi sebagai bentuk perlindungan


Penutup

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pembangunan perumahan subsidi harus tetap mengedepankan kualitas, bukan sekadar kuantitas. Kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah harus dijaga melalui transparansi dan pengawasan yang berkelanjutan.


STNews akan terus menelusuri perkembangan kasus ini serta membuka ruang klarifikasi bagi pihak terkait demi menjaga keseimbangan informasi.

-red- 

×
Berita Terbaru Update