SUMEDANG, STNews – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sumedang mulai memanas. Di Desa Cisurat, Kecamatan Wado, satu nama yang mencuri perhatian publik adalah Karyuman Priyadi, atau yang akrab disapa Bah Abren.
Mengusung tagline “Cisurat Bersinar”, Bah Abren tampil dengan pendekatan yang sederhana namun menyentuh akar persoalan masyarakat desa. Sosoknya dikenal dekat dengan warga, bersahaja, dan memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan berbasis kebersamaan.
Momentum Pilkades tahun ini memang menjadi sangat krusial. Sebab, sebanyak 93 desa di Kabupaten Sumedang akan melaksanakan pemungutan suara secara serentak pada Rabu, 28 Oktober 2026, bertepatan dengan semangat Hari Sumpah Pemuda .
Figur Lokal dengan Gagasan Nyata
Bah Abren bukan sosok baru di tengah masyarakat Cisurat. Dari berbagai interaksi sosial hingga kegiatan kemasyarakatan, ia dinilai memiliki kedekatan emosional dengan warga.
Dalam narasi kampanyenya, ia mengusung visi besar:
“Bersih, Sejahtera, Inovatif, Nyaman, Aman dan Religius.”
Visi tersebut diterjemahkan ke dalam sejumlah program unggulan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, di antaranya:
- Penguatan kehidupan keagamaan (Masjid Makmur)
- Pelestarian seni dan budaya lokal
- Pembinaan olahraga generasi muda
- Peningkatan sektor pertanian dan peternakan
- Pengembangan perikanan
- Layanan darurat melalui mobil siaga desa
Pendekatan ini dinilai realistis, karena berangkat dari potensi lokal Desa Cisurat itu sendiri.
Dinamika Pilkades dan Harapan Warga
Di tengah dinamika Pilkades Cisurat, panitia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan tidak mudah terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya .
Hal ini menjadi penting, mengingat Pilkades bukan sekadar ajang politik, tetapi momentum menentukan arah pembangunan desa ke depan.
Bah Abren pun menekankan pentingnya persatuan di atas perbedaan pilihan:
“Perbedaan itu biasa, tapi persatuan warga harus tetap dijaga demi Cisurat yang lebih maju.”
“Cisurat Bersinar”, Bukan Sekadar Slogan
Tagline “Cisurat Bersinar” bukan hanya jargon kampanye, tetapi diharapkan menjadi gerakan bersama masyarakat.
Dengan semangat gotong royong, transparansi, dan keberpihakan pada rakyat, Bah Abren mencoba menawarkan alternatif kepemimpinan yang lebih merakyat dan berorientasi pada pelayanan.
Kini, keputusan ada di tangan masyarakat Desa Cisurat.
Apakah “Cisurat Bersinar” akan benar-benar terwujud?
Jawabannya akan ditentukan pada bilik suara, 28 Oktober 2026 mendatang.
(STNews / Redaksi)



