SUMEDANG, STNews – Dinamika politik desa mulai terasa hangat di wilayah timur Sumedang. Bertempat di Gedung Serbaguna Desa Cisurat, Kecamatan Wado, Kamis (3/9/2026), Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) resmi menetapkan tiga calon kepala desa yang akan bertarung dalam Pilkades serentak 2026.
Tak hanya sekadar formalitas, momentum ini menjadi titik awal pertarungan gagasan sekaligus ujian integritas bagi para kandidat. Salah satu sosok yang menyita perhatian publik adalah Karyuman Priadi, yang akrab disapa “Bah Abren”, figur senior yang dinilai merepresentasikan akar masyarakat desa.
Tiga Kandidat Resmi, Nomor Urut Ditentukan
Dalam rapat pleno yang berlangsung terbuka dan disaksikan unsur masyarakat, panitia menetapkan tiga nama calon, yaitu:
- Karyuman Priadi (Bah Abren) – Nomor Urut 1
- Yeyet Taty Suharyaty, S.Sos – Nomor Urut 2
- Misdar, ST – Nomor Urut 3
Pengundian nomor urut berlangsung lancar, disertai komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas hingga hari pemungutan suara yang dijadwalkan pada 28 Oktober 2026.
Fakta Integritas: Janji Moral di Atas Kertas dan Nurani
Tidak hanya berhenti pada penetapan calon, seluruh kandidat juga menandatangani pakta integritas, yang berisi komitmen untuk:
- Menolak praktik politik uang dan penyalahgunaan kekuasaan
- Menjunjung tinggi demokrasi yang jujur dan adil
- Siap menang dan siap kalah
- Menjalankan pemerintahan desa secara transparan dan akuntabel jika terpilih
Dokumen ini menjadi penegas bahwa Pilkades Cisurat diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perebutan kekuasaan, melainkan ruang pengabdian bagi masyarakat.
Bah Abren: Figur Tua, Semangat Baru
Di tengah persaingan yang mulai menghangat, kehadiran Bah Abren memberi warna tersendiri. Dengan latar belakang sederhana dan kedekatan dengan masyarakat, ia disebut-sebut sebagai representasi “suara akar rumput”.
Beberapa warga yang hadir menilai, sosok seperti Bah Abren membawa harapan akan kepemimpinan yang lebih membumi dan memahami kebutuhan riil masyarakat desa.
Namun demikian, dua kandidat lainnya juga bukan tanpa kekuatan. Yeyet Taty Suharyaty hadir dengan pengalaman birokrasi, sementara Misdar, ST membawa pendekatan profesional dan teknokratis.
Ujian Demokrasi Desa
Pilkades Cisurat bukan sekadar kontestasi tiga nama, melainkan ujian kedewasaan demokrasi di tingkat desa. Publik kini menunggu, apakah komitmen yang tertuang dalam pakta integritas benar-benar akan dijaga hingga hari pencoblosan.
Ketua panitia dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa seluruh tahapan akan dilaksanakan secara transparan dan sesuai aturan, serta mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga suasana damai.
STNews mencatat, Pilkades serentak 2026 di Kabupaten Sumedang akan menjadi cermin sejauh mana demokrasi desa mampu berjalan bersih, jujur, dan bermartabat.
Satu hal yang pasti, 28 Oktober 2026 akan menjadi hari penentuan: apakah harapan masyarakat Cisurat akan terjawab, atau justru kembali menjadi catatan panjang dinamika politik desa.
(Rahmat Setiawan)



