SUMEDANG, STNews – Di tengah berbagai persoalan sosial yang terjadi di masyarakat, Forum Media Sumedang Timur (FMST) menunjukkan bahwa peran insan pers tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga hadir langsung memberikan solusi nyata.
Melalui aksi sosial berupa open donasi perbaikan halaman Masjid Al Birkah di Kecamatan Jatinunggal, FMST membuktikan komitmennya sebagai penggerak kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi halaman masjid yang dinilai membahayakan jamaah, terutama saat licin dan tidak rata. Bagi FMST, persoalan tersebut bukan hanya layak diberitakan, tetapi juga harus diperjuangkan solusinya.
Kegiatan sosial ini dipimpin langsung oleh Kabid Humas Investigasi FMST, Wa Beker (U. Samsudin), yang dikenal aktif dan konsisten turun ke lapangan.
“Kami tidak ingin hanya melihat dan menulis. Ketika ada kondisi yang berpotensi membahayakan masyarakat, kami hadir untuk ikut membantu. Ini bentuk tanggung jawab moral kami sebagai insan pers,” tegas Wa Beker.
Wartawan Harus Jadi Penggerak, Bukan Penonton
Ketua FMST, H. M. Iik Nurhikmat, S.IP, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk nyata dari filosofi jurnalistik yang berorientasi pada kemanusiaan.
“Wartawan itu bukan hanya mencatat peristiwa, tapi juga harus menjadi bagian dari solusi. Ketika masyarakat membutuhkan, kita tidak boleh diam. Kita harus hadir, bergerak, dan memberi manfaat,” ujarnya.
Menurutnya, media yang kuat bukan hanya yang tajam dalam pemberitaan, tetapi juga yang memiliki kepedulian sosial tinggi.
Menumbuhkan Budaya Gotong Royong
Wakil Ketua FMST, Kosam Erawan (Ayah Kosam), menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan membangkitkan kembali semangat gotong royong yang mulai memudar di tengah masyarakat.
“Kami ingin mengajak semua pihak untuk kembali peduli. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi pusat kebersamaan. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi?” ungkapnya.
Ia berharap aksi ini menjadi contoh bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil, tetapi dilakukan bersama-sama.
Pesan Kuat dari Sekjen FMST
Sementara itu, Sekretaris Jenderal FMST, M. A. Rahmat Setiawan, menyampaikan pesan yang menjadi ruh dari gerakan ini:
“Wartawan bukan hanya menulis, tapi peduli.”
Menurutnya, kalimat tersebut bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi prinsip kerja insan pers dalam menjalankan tugasnya.
“Ketika kita melihat ketidaklayakan, ketimpangan, atau potensi bahaya di masyarakat, maka tugas kita bukan hanya memberitakan, tetapi juga menggerakkan. Di situlah nilai kemanusiaan seorang wartawan diuji,” tegasnya.
Ajakan Terbuka untuk Masyarakat
FMST membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam aksi sosial ini. Donasi yang terkumpul akan digunakan sepenuhnya untuk perbaikan halaman Masjid Al Birkah agar lebih aman dan nyaman bagi jamaah.
Aksi ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kepedulian sosial, sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi antara masyarakat dan insan pers mampu menghadirkan perubahan nyata.
Penutup: Jurnalisme yang Menggerakkan
Apa yang dilakukan FMST menjadi bukti bahwa jurnalisme tidak berhenti di meja redaksi. Ketika wartawan turun langsung ke lapangan dan menjadi bagian dari solusi, maka kehadiran media benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Karena pada akhirnya, berita terbaik bukan hanya yang dibaca, tetapi yang mampu menggerakkan.
(Rahmat Setiawan)



