Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


 

Iklan


 

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dialog Spiritual: Ketika Manusia Bertanya, Setan Menjawab

Rabu, 19 Agustus 2026 | Agustus 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-19T14:10:42Z


Kajian Islami STNews

Disusun oleh: M. A. Rahmat Setiawan
Sekjen Forum Media Sumedang Timur


Di tengah kehidupan rumah tangga yang tampak biasa, sesungguhnya ada pertarungan yang tak kasat mata—antara kebaikan dan keburukan, antara iman dan bisikan setan. Kajian spiritual kali ini mengajak kita merenungi sebuah dialog imajiner namun sarat makna, menggambarkan bagaimana setan bekerja merusak keharmonisan keluarga dari dalam.


Dialog: Manusia Bertanya, Setan Menjawab

Manusia:
Siapa manusia yang paling mudah kau kendalikan dalam rumah tangga?

Setan:
Istri yang merasa selalu benar dan tidak pernah mau menghargai suaminya.

Manusia:
Apa yang pertama kali kau lakukan pada mereka?

Setan:
Aku buat mereka lupa kebaikan suami, lalu membesar-besarkan satu kesalahannya.

Manusia:
Kenapa kau senang melihat istri menyakiti hati suaminya?

Setan:
Karena luka di hati suami bisa berubah menjadi doa, dan saat itulah rumah tangga mulai retak dari dalam.

Manusia:
Apa tanda istri mulai berhasil kau pengaruhi?

Setan:
Ketika ia lebih mudah menghormati orang lain daripada suaminya sendiri di rumah.

Manusia:
Lalu apa yang terjadi saat suami sudah lelah menasihati?

Setan:
Ia memilih diam… dan hanya mengadu kepada Allah.

Manusia:
Apa pesan terakhirmu untuk para istri yang masih mendengarkan?

Setan:
Teruslah meremehkan suamimu… karena itulah jalan tercepat menghancurkan kebahagiaanmu sendiri.


Refleksi Spiritual: Bahaya yang Tak Terlihat

Dialog ini bukan sekadar narasi, tetapi cerminan realitas yang sering terjadi. Setan tidak selalu datang dengan cara besar, melainkan melalui hal-hal kecil—rasa ego, lupa kebaikan pasangan, dan sikap meremehkan.

Allah SWT telah memperingatkan dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu).”
(QS. Fathir: 6)

Setan bekerja perlahan, memisahkan hati suami istri, hingga akhirnya keharmonisan berubah menjadi luka yang mendalam.


Doa Orang yang Terzalimi

Salah satu bagian paling menggetarkan dari dialog ini adalah ketika suami yang tersakiti memilih diam dan mengadu kepada Allah.

Rasulullah SAW bersabda:

“Takutlah kalian terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam konteks rumah tangga, ketika hati pasangan terluka terus-menerus, doa yang terucap dari kesedihan bisa menjadi sebab datangnya ujian dalam kehidupan.


Kewajiban Saling Menghormati

Islam menempatkan pernikahan sebagai ikatan suci yang dibangun atas kasih sayang dan saling menghargai.

Allah SWT berfirman:

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.”
(QS. Ar-Rum: 21)

Ketika rasa hormat hilang, maka kasih sayang pun perlahan memudar.


Pesan untuk Kehidupan Rumah Tangga

Kajian ini menjadi pengingat bagi semua, khususnya para istri dan suami:

  • Jangan pernah melupakan kebaikan pasangan
  • Hindari membesar-besarkan kesalahan kecil
  • Jaga lisan dan sikap dalam rumah
  • Hormati pasangan sebagaimana kita ingin dihormati
  • Segera introspeksi sebelum setan memperkeruh keadaan

Penutup

Setan tidak perlu menghancurkan rumah tangga dengan badai besar. Cukup dengan membuat hati lupa bersyukur, membesar-besarkan kesalahan, dan menumbuhkan ego—maka kehancuran akan datang perlahan.

Berhati-hatilah dengan luka yang kita ciptakan di hati pasangan.
Karena ketika kesabaran telah habis…
dan doa telah terangkat ke langit…
maka penyesalan sering datang terlambat.


STNews – Independen Mengungkap Berita Berdasarkan Fakta
Kajian Spiritual Islami untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

×
Berita Terbaru Update