Oleh: M. A. Rahmat Setiawan, Sekretaris Jenderal Forum Media Sumedang Timur (FMST)
SUMEDANG, STNews – Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Islam. Momentum ini mengingatkan umat Muslim pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, sebuah perjalanan penuh pengorbanan, keimanan, dan perjuangan menuju kehidupan yang lebih baik.
Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi juga berpindah dari keburukan menuju kebaikan, dari kelalaian menuju kesadaran, dari kemaksiatan menuju ketaatan kepada Allah SWT. Setiap pergantian tahun menjadi kesempatan bagi setiap insan untuk melakukan evaluasi diri, memperbaiki kesalahan masa lalu, dan menyusun langkah menuju masa depan yang lebih bermakna.
Allah SWT mengingatkan manusia tentang pentingnya waktu dalam firman-Nya:
"Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran." (QS. Al-'Ashr: 1-3)
Ayat tersebut menjadi peringatan bahwa waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali. Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas iman, ibadah, dan amal kebajikan.
Selain itu, Allah SWT juga berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11)
Ayat ini menegaskan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Tahun Baru Islam menjadi momentum yang tepat untuk memperbaiki akhlak, meningkatkan disiplin, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dalam kehidupan yang penuh tantangan saat ini, umat Islam juga diajak untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya:
"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku." (QS. Al-Baqarah: 152)
Rasa syukur bukan hanya diucapkan melalui lisan, tetapi diwujudkan dalam bentuk ketaatan, kerja keras, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama. Orang yang bersyukur akan mendapatkan keberuntungan dan tambahan nikmat dari Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.'" (QS. Ibrahim: 7)
Momentum Muharram juga mengajarkan pentingnya introspeksi diri atau muhasabah. Dengan melihat kekurangan dan kesalahan yang pernah dilakukan, seseorang dapat memperbaiki langkah hidupnya agar lebih bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Allah SWT berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok."(QS. Al-Hasyr: 18)
Tahun Baru Islam sejatinya adalah panggilan untuk berhijrah menuju pribadi yang lebih baik. Hijrah dalam berpikir, berkata, dan bertindak. Hijrah dari sifat sombong menjadi rendah hati, dari perpecahan menuju persatuan, serta dari sikap apatis menuju kepedulian sosial.
Mari jadikan 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai titik awal memperkuat keimanan, memperbanyak amal saleh, dan menebarkan manfaat bagi sesama. Karena sesungguhnya orang yang beruntung adalah mereka yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin, dan esok lebih baik daripada hari ini.
Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Mari berhijrah menuju kehidupan yang lebih bermakna, penuh syukur, dan diridhai Allah SWT.


