Ngabuburit Hijaukan Alam: TNI–Polri, Perhutani dan Relawan Tanam 200 Pohon di Bekas Longsor Cigendel

Redaksi
0

Sumedang, STNews – Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan untuk aksi peduli lingkungan. Puluhan anggota TNI–Polri bersama Perhutani, relawan, mahasiswa, pelajar pecinta alam dan masyarakat melakukan penanaman pohon di lokasi bekas bencana longsor di Dusun Jelekong, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Selasa (10/3).


Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00 hingga 17.30 WIB tersebut mengusung tema “Ngabuburit Hejokeun Leweung”, yang berarti menunggu waktu berbuka puasa sambil menghijaukan kembali hutan.


Aksi penghijauan ini diawali dengan apel gelar penanaman pohon bersama yang dipimpin Danramil 1004/Tanjungsari Kapten Inf Agus Hermawan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Pamulihan Iptu Pol Tri Sunu, Waka ADM Perhutani beserta anggota Polisi Hutan, unsur TNI–Polri, Pemerintah Kecamatan Pamulihan, Relawan Bencana Riksa, Mahasiswa Pencinta Alam Rimbawan dan Maperpa UNWIM, Pelajar Pencinta Alam Ariapaga SMAN Tanjungsari, serta masyarakat Desa Cigendel.


Dalam kegiatan tersebut, sekitar 200 batang pohon keras ditanam di area tebing bekas longsor. Jenis pohon yang ditanam di antaranya Damar, Rasamala, Ganitri, Puspa, Matoa dan Salam yang dikenal memiliki perakaran kuat sehingga dapat membantu memperkuat struktur tanah di wilayah lereng.


Danramil 1004/Tanjungsari Kapten Inf Agus Hermawan mengatakan, penanaman pohon ini merupakan langkah nyata untuk mengantisipasi potensi bencana longsor sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam. Penanaman pohon ini bukan sekadar simbolis, tetapi merupakan investasi lingkungan agar kawasan ini kembali hijau dan lebih aman dari potensi longsor,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana sekaligus kesiapsiagaan menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Pasalnya, wilayah sekitar Cadas Pangeran merupakan salah satu jalur strategis yang rawan bencana alam.


Suasana kegiatan terasa hangat karena dilaksanakan menjelang waktu berbuka puasa. Para peserta terlihat antusias menanam pohon sambil memanfaatkan momen ngabuburit dengan kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan.


Melalui gerakan “Ngabuburit Hejokeun Leweung”, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian alam semakin meningkat, sekaligus memperkuat upaya mitigasi bencana di kawasan rawan longsor. (Pendim/STNews)

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default