PKK Desa Linggajaya Borong Prestasi, Bukti Perempuan Desa Bisa Jadi Motor Perubahan

Redaksi
0

STNews, Sumedang – Cisitu,  PKK Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, kembali menorehkan segudang prestasi gemilang sepanjang periode 2019–2025. Di bawah kepemimpinan Ibu Apong Nurhayati, selaku Ketua PKK Desa Linggajaya sekaligus Ketua Forum Ibu-ibu Kuwu se-Kecamatan Cisitu, berbagai penghargaan berhasil diraih mulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi.


Deretan prestasi ini menjadi bukti bahwa peran perempuan desa tidak hanya terbatas pada urusan domestik, tetapi mampu menjadi penggerak utama pembangunan sosial, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.


Deretan Prestasi Membanggakan

Pada tingkat kabupaten dan provinsi, PKK Desa Linggajaya sukses meraih di antaranya:

  • Juara 1 Pelaksana 10 Program PKK Terbaik Kabupaten Sumedang (2021)
  • Juara 1 Lomba PAAR Kabupaten Sumedang (2021)

  • Juara 1 Lomba Hatinya PKK Kabupaten Sumedang (2021)
  • Juara 1 Pelaksana Terbaik Administrasi PKK Tingkat Provinsi Jawa Barat
  • Juara Umum Pelaksana 10 Program Pokok PKK Tingkat Kabupaten

Sementara di tingkat Kecamatan Cisitu, PKK Desa Linggajaya hampir setiap tahun mendominasi berbagai lomba, mulai dari senam, simulasi PKDRT, cerdas cermat kader, tari tradisional, hingga meraih Juara Umum PKK Desa Terbaik HUT RI ke-78 Tahun 2023.


Bahkan pada tahun 2025, PKK Desa Linggajaya ikut berperan besar dalam mengantarkan desa menjadi Juara Sribaduga Tingkat Kecamatan Cisitu.

Ketua PKK: “Ieu Mah Hasil Kerja Bareng, Sanes Hasil Hiji Jalma”

Ketua PKK Desa Linggajaya, Ibu Apong Nurhayati, mengungkapkan bahwa seluruh prestasi tersebut bukan hasil kerja satu orang, melainkan buah dari kerja kolektif seluruh kader PKK hingga tingkat RT dan RW, Rabu (04/02/2026).

“Sadayana prestasi ieu mah lain kusabab abdi wungkul. Ieu hasil kerja bareng ibu-ibu PKK ti mimiti RT, RW, kader Posyandu, nepi ka tingkat desa. Urang silih dukung, silih nguatkeun.” (Semua prestasi ini bukan karena saya saja, tapi hasil kerja bersama ibu-ibu PKK dari RT, RW, kader Posyandu sampai tingkat desa. Kita saling mendukung dan menguatkan.)

Ia juga menegaskan bahwa perjuangan tersebut tidak mudah, karena membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, bahkan materi.

“Kadang latihan peuting, rapat di waktu luang, make duit sorangan keur konsumsi, tapi ku niat ikhlas jeung kompak, hasilna katingali ayeuna.”

Suara Kader: Bangga Jadi Bagian PKK Linggajaya

Salah satu kader PKK Desa Linggajaya, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari tim PKK yang solid.

“Abdi reueus pisan janten kader PKK Linggajaya. Sanes ukur lomba, tapi loba elmu nu kapendak, ti kasehatan, pendidikan budak, nepi ka usaha ekonomi ibu-ibu.”

Hal senada disampaikan salah satu kader Posyandu, yang menyebut PKK Linggajaya sebagai ruang belajar sekaligus ladang pengabdian.

“PKK mah sanes ngan organisasi, tapi tempat ngabdi ka masyarakat. Prestasi ieu bonus, nu penting manfaatna karasa ku warga.”

Simbol Kebangkitan Perempuan Desa

Segudang prestasi PKK Desa Linggajaya menjadi simbol kebangkitan peran perempuan desa dalam pembangunan. Dari kegiatan kesehatan ibu dan anak, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga pelestarian seni budaya lokal, PKK Linggajaya berhasil membuktikan bahwa desa bisa berprestasi, asal dikelola dengan kebersamaan dan komitmen.


Dengan semangat gotong royong, PKK Desa Linggajaya kini tak hanya dikenal sebagai organisasi, tetapi sebagai motor perubahan sosial di Kecamatan Cisitu.

Sebuah bukti nyata: “Lamun ibu-ibuna kuat, desana oge bakal maju.”

(Rahmat Setiawan)

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default