SUMEDANG – STNews, Kabupaten Sumedang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan Indeks Pelayanan Publik (IPP) tahun 2025 yang dirilis Kementerian PAN-RB, Sumedang dinobatkan sebagai kabupaten dengan pelayanan publik terbaik se-Indonesia dengan skor 4,72.
Capaian tersebut menempatkan Sumedang di posisi puncak, mengungguli sejumlah daerah lain seperti Sleman, Batang, hingga Jombang. Prestasi ini menjadi indikator bahwa reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat di Sumedang berjalan signifikan.
Keberhasilan ini pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Forum Media Sumedang Timur (FMST) yang selama ini aktif menjalankan fungsi kontrol sosial di wilayah Sumedang.
Apresiasi FMST: Bukti Kerja Nyata Pemerintah
Ketua FMST, H. M. Iik Nurhikmat S.IP., menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah telah bekerja dengan baik dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami dari FMST mengapresiasi setinggi-tingginya capaian Kabupaten Sumedang yang berhasil menjadi yang terbaik dalam pelayanan publik. Ini menunjukkan adanya keseriusan pemerintah dalam membangun sistem pelayanan yang cepat, transparan, dan responsif,” ujarnya.
Namun demikian, Iik juga mengingatkan bahwa prestasi ini harus dijadikan motivasi untuk terus berbenah, bukan justru berpuas diri.
“Jangan sampai penghargaan ini hanya menjadi simbol. Pelayanan publik harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sampai ke tingkat desa. Konsistensi dan pengawasan harus tetap diperkuat,” tegasnya.
Sekjen FMST: Jangan Abaikan Masalah di Lapangan
Sementara itu, Sekretaris Jenderal FMST, M. A. Rahmat Setiawan, turut memberikan pandangan kritis. Ia menilai bahwa meskipun capaian ini patut diapresiasi, masih ada sejumlah persoalan di lapangan yang perlu menjadi perhatian serius.
“Prestasi ini memang luar biasa, tetapi kita tidak boleh menutup mata terhadap berbagai temuan di lapangan, mulai dari proyek infrastruktur yang disorot, hingga pelayanan di tingkat bawah yang masih belum maksimal,” ungkapnya.
Rahmat menambahkan, peran media dan masyarakat sangat penting untuk menjaga kualitas pelayanan publik tetap berada di jalur yang benar.
“Kami di FMST akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial. Harapannya, prestasi ini bukan hanya di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan oleh masyarakat Sumedang secara merata,” tambahnya.
Harapan ke Depan
Dengan capaian ini, Kabupaten Sumedang diharapkan mampu menjadi role model nasional dalam tata kelola pelayanan publik. Sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat menjadi kunci utama agar prestasi ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.
FMST menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan dan pelayanan publik di Sumedang agar tetap berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat.
(Redaksi STNews)



